Apa perbedaan sedekah, infak, dan zakat?
Pertanyaan lengkap
Ketiga istilah ini sering dipakai bergantian. Apa perbedaannya dan apakah rutin bersedekah sudah dapat menggantikan kewajiban zakat?
Perbedaannya terletak pada hukum dan cakupan
Zakat adalah kewajiban atas harta tertentu ketika syaratnya terpenuhi. Ia memiliki ketentuan seperti nisab, haul pada jenis harta tertentu, kadar, serta delapan golongan penerima yang disebut dalam QS. At-Taubah ayat 60.
Infak berarti mengeluarkan harta untuk kebaikan. Dalam penggunaan sehari-hari di Indonesia, istilah ini umumnya dipakai untuk pemberian harta di luar zakat dan tidak terikat nisab atau kadar tertentu.
Sedekah memiliki cakupan paling luas. Sedekah dapat berupa harta, tenaga, ilmu, pertolongan, atau kebaikan lain yang dilakukan dengan ikhlas.
Sedekah tidak menggantikan zakat wajib
Jika harta seseorang telah memenuhi syarat wajib zakat, pemberian sukarela sebelumnya tidak otomatis menggugurkan zakat kecuali sejak awal diberikan sebagai zakat dan disalurkan sesuai ketentuannya. Karena itu, pisahkan pencatatan zakat dari infak dan sedekah.
Contoh praktis
- Mengeluarkan zakat penghasilan atau zakat mal melalui amil: zakat.
- Menyumbang uang untuk operasional masjid atau bantuan bencana: infak.
- Membantu tetangga, mengajar tanpa bayaran, atau memberi makanan: sedekah.
Untuk perhitungan nisab dan kadar yang sesuai jenis hartamu, gunakan layanan kalkulator atau konsultasi amil zakat resmi.
Sumber dan rujukan
BAZNAS RI — Infak dan perbedaannya dengan sedekah: https://www.baznas.go.id/infak
BAZNAS — Perbedaan zakat, infak, dan sedekah: https://kotabandung.baznas.go.id/artikel/show/perbedaan-zakat-infak-dan-sedekah-yang-masih-sering-disalahpahami/45461
QS. At-Taubah: 60
Terakhir diperiksa: Jumat, 14 Agustus 2026Jawaban dapat diperbarui jika terdapat koreksi sumber atau penjelasan yang lebih lengkap.