Bagaimana menjaga silaturahmi ketika sedang berselisih?
Pertanyaan lengkap
Saya sedang berselisih dengan keluarga dan belum siap berbicara panjang. Bagaimana tetap menjaga silaturahmi tanpa memperburuk keadaan?
Mulai dari menghentikan kerusakan
Menjaga silaturahmi saat berselisih tidak mengharuskan semua perasaan pulih dalam satu hari. Langkah pertama adalah menghentikan ucapan yang melukai, tidak membuka aib, dan tidak mengajak orang lain memperbesar konflik.
Al-Qur’an mengingatkan bahwa orang-orang beriman bersaudara dan diperintahkan mengupayakan perdamaian.
QS. Al-Hujurat: 10
Buka pintu komunikasi secara bertahap
- Tenangkan diri sebelum menghubungi.
- Kirim salam atau kabar singkat tanpa membahas seluruh konflik sekaligus.
- Akui bagian kesalahanmu secara spesifik tanpa menuntut balasan.
- Pilih waktu dan perantara yang aman jika percakapan langsung mudah memanas.
- Fokus pada penyelesaian, bukan memenangkan perdebatan.
Memaafkan tetap boleh disertai batas yang sehat
Menyambung hubungan tidak berarti membiarkan penghinaan, kekerasan, atau manipulasi berulang. Kamu boleh menjaga jarak yang wajar sambil tetap tidak membalas keburukan, mendoakan kebaikan, dan membuka kemungkinan pemulihan ketika situasinya aman.
Jika konflik melibatkan kekerasan, ancaman, atau hak yang serius, mintalah bantuan keluarga yang bijak, mediator, konselor, atau pihak berwenang. Keselamatan tidak perlu dikorbankan demi terlihat rukun.
Sumber dan rujukan
QS. Al-Hujurat: 10: https://quran.nu.or.id/al-hujurat/10
Muhammadiyah — Memaknai silaturahmi sebagai menyambung kembali hubungan yang retak: https://muhammadiyah.or.id/2021/06/tanpa-mendobrak-sangkar-hati-silaturahmi-hanya-sia-sia/
HR. Bukhari tentang penyambung silaturahmi ketika hubungan diputus
Terakhir diperiksa: Jumat, 14 Agustus 2026Jawaban dapat diperbarui jika terdapat koreksi sumber atau penjelasan yang lebih lengkap.